Kamis, 24 November 2011
Suapan Nasi Kunyit, Tanda Cinta Ibu pada Ibas-Aliya
PERNIKAHAN menjadi tanda perpisahan orangtua untuk melepaskan tanggung jawab anak kepada menantunya. Dalam adat Komering yang digunakan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa pada akad nikah, makna ini dijalani lewat prosesi suap-suapan.
Menurut adat Palembang (Komering), upacara suap-suapan dan cacap-cacapan idealnya dilaksanakan di atas ranjang adat, tapi prosesi akad nikah Ibas-Aliya cukup duduk menggunakan kursi. Kasur adat atau papan pasangan merupakan simbol bahtera yang akan mengantarkan kedua mempelai menuju pulau harapan.
“Suap-suapan bermakna suapan terakhir dari orangtua dan sesepuh keluarga. Bukan berarti keluarga atau orangtua tidak mau lagi, tapi kalau selama ini tanggung jawab mulai dalam kandungan hingga besar dan diantarkan menuju pintu gerbang rumah tangga berada di tangan orangtua, maka dengan menikahkan, otomatis tanggung jawab berpindah ke suami,” terang Jujuk Burhanan, perias tradisional akad nikah Ibas-Aliya secara eksklusif kepada okezone yang menemuinya di Jalan Jasa Marga No. 2, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Upacara adat suapan dilaksanakan oleh kaum ibu dalam jumlah yang ganjil, bisa 3, 5, 7, atau 9, yang terdiri dari ibu pengantin laki, ibu pengantin wanita, satu lagi bisa mewakili secara keseluruhan, baik tamu maupun keluarga. Menu suap-suapan adalah nasi kunyit ayam panggang.
Dalam menyuapkan, caranya adalah mengambil sejumput nasi kunyit panggang ayam, lalu disuapkan ke kedua mempelai. “Misalnya Ibu Okke, maka Mas Ibas dulu yang dia suapi, tapi hanya separuh lalu sisanya diberikan ke Mba Aliya. Ibu Ani juga begitu, separuh suapan ke Mba Aliya dulu baru ke Mas Ibas. Maknanya, supaya rezeki tidak terputus, kasih sayang ke anak dan menantu, sama. Untuk yang menyuapi satu lagi, dia netral, bebas mau menyuapi siapa dulu,” jelasnya.
Setelah itu, kedua mempelai diberi minum air putih. Warna putihnya air yang diminum sebagai simbol doa dan harapan seluruh keluarga besar dan orangtua. Air putih seperti sucinya hati orangtua yang tak lekang oleh masa. Derasnya air mengalir, diharapkan derasnya rejeki kedua mempelai.
Sementara, nasi kunyit ayam panggang masing-masing unsurnya memiliki makna tersendiri.
“Kuning lambang keagungan, ketan bersifat lengket yang diharapkan dengan pernikahan akan mengikat silaturahmi dua keluarga besar. Rasa gurih karena santan, kita tahu gurih sangat menyenangkan, enak. Kalau ayamnya sendiri seperti pepatah ayam kehilangan induknya. Induk ayam itu mengayomi, menyayangi, dan ayam adalah cikal bakal kehidupan yang akan memberikan keturunan,” ungkap wanita 62 tahun ini
Okto & Tibo Siap Menolak Tawaran Iklan Rokok
JAKARTA – Komnas Pengendalian Tembakau menegaskan sebuah perhelatan olahraga untuk berani menolak iklan, promosi, dan sponsor rokok. Hal ini terlihat dari suksesnya acara olahraga terbesar di se-Asia Tenggara, SEA Games XXVI mencanangkan kampanye Smoke Free SEA Games.
Melalui Pembina Komnas Pengendalian Tembakau, Arifin Panigoro, menyatakan semua cabang-cabang olahraga harus bebas dari sponsor rokok. “Semua cabang-cabang olahraga harus sudah bebas dari sponsor rokok. Karena, hampir seluruh dunia sudah tidak mencampur adukan rokok dengan kegiatan olahraga,” jelasnya, pada jumpa pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).
“Tidak hanya itu saja, dengan tanpa rokok kita sudah menjamin dan melindungi para atlet, ofisial, dan penonton dari bahaya merokok,” tambahnya.
Pemain timnas U-23 Titus Bonai ikut mengkampanyekan anti sponsor rokok dalam sebuah acara olahraga . Mereka memperingatkan bahayanya merokok, khususnya bagai para atlet.
“Mudah-mudahan atlet-atlet baru seperti saya untuk tidak merokok, karena sangat mengganggu bagi kesehatan. Saya pun berharap agar sebuah acara olahraga tidak bekerja sama dengan pihak perusahaan rokok,” jelas Titus Bonai.
Hal senada pun diungkapkan oleh rekan satu timnya, Oktovianus Maniani, yang memperingatkan para atlet untuk menjahui rokok. “Saya pun berharap agara anak-anak dan juga atlet untuk tidak terpengaruh dengan rokok, karena cukup merusak pernafasan seorang atlet,” ujarnya.
Bahkan kedua pemain yang sedang menjadi selebritis dunia olahraga ini, siap untuk menolak tawaran iklan dari perusahaan rokok, berapa pun nilai kontraknya.
“Kami siap untuk menolak tawaran iklan dari pihak rokok, berapa pun nilainya,” kata Tibo.
“Puji Tuhan, Okto siap menolak tawaran iklan, walaupun ditawari Rp1 miliar bahkan Rp10 miliar dari iklan tersebut,’ tandas Okto kepada para wartawan.
Pria Ini Memiliki Janin di Perutnya
CIREBON- Kasus medis laki-laki melahirkan janin terjadi di Kabupaten Cirebon seperti ditangani Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun pada seorang pria yang namanya dirahasiakan.
Pria yang kemudian dikenal Tuan D (41), asal Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, tersebut datang ke rumah sakit dengan kondisi benjolan di perut layaknya hamil pada 27 September 2011.
Berdasarkan keterangan Dokter Ahli Bedah RSUD Arjawinangun Herry Setya Yudha Utama dalam blognya, di dunia kedokteran kasus itu disebut Fetus In Fetu (FIF) yang dikenal langka.
Menurut catatan Herry, Tuan D datang dengan keluhan benjolan pada perut sebelah kiri. Benjolan itu menurut pengakuan pasien sebagaimana dikutip dalam blog Herry sudah dirasakan selama puluhan tahun.
Bahkan belakangan terasa nyeri dan semakin membesar dalam lima tahun terakhir. Benjolan yang semakin ke arah atas tersebut, diakui pasien membuatnya sesak napas.
Masih menurut pasien, benjolan itu sebelumnya tidak dirasakan ketika kecil. Selain keluhan nyeri dan benjolan membesar, pasien pun menyangkal mengalami mual, muntah, perut kembung, maupun tidak bisa Buang Air Besar.
Atas dasar itu, Tuan D kemudian menjalani operasi. Berdasarkan diagnosa awal, sejauh ini Tuan D menderita Tumor Intra Abdomen (Teratoma). Tim dokter kemudian melakukan laparotomi dan menemukan selaput berisi jaringan yang hancur karena diduga berada di dalam selama sekira 41 tahun.
Keberadaan janin pada Tuan D diperkuat dengan temuan selanjutnya dalam operasi tersebut. “Juga terdapat rambut dan serpihan kecil tulang dan terdapat jaringan utuh berbentuk seperti kaki,” terang Herry dalam salah satu bagian blognya, Kamis (24/11/2011).
Dia memaparkan, FIF merupakan masa fetiform yang masuk ke dalam tubuh janin. Terjadi karena, embrio tingkat awal. Seperti individu kembar yang berkembang tidak seimbang, satu tumbuh normal sedangkan lainnya tidak utuh.
FIF merupakan tumor monozigot parasit. Terutama ditemukan pada neonatus dan anak-anak dengan 89% kasus, yang terjadi sebelum usia 18 bulan dan hanya tiga kasus yang dilaporkan setelah usia 15 tahun.
Dalam hal ini, perut dan retroperitoneum merupakan lokasi utama terjadinya FIF. Namun, FIF bisa juga melibatkan bagian anatomi lain seperti, mediastinum, panggul, skrotum, sacrococcygeal, leher, dan tengkorak.
Pada kasus Tuan D, FIF terdapat di perut slayaknya wanita hamil.
Dalam dunia kedokteran, kasus Tuan D bukanlah yang pertama karena telah terjadi sembilan kasus lain sebelumnya seperti di China, Mesir, Meksiko, Pakistan, bahkan Indonesia.
“FIF diperkirakan terjadi sekali dalam 500.000 kelahiran. Pada banyak kasus, FIF ditemukan pada anak-anak, jarang pada orang dewasa muda,” ungkap dia lagi.
Terpisah, Wakil Direktur Pelayanan Medis Ahmad Qoyyim membenarkan adanya operasi terhadap seorang pria berusia 41 tahun asal Kecamatan Kapetakan. Namun, pihaknya enggan memberi komentar lebih jauh.
“Lebih jelasnya ke dokter yang bersangkutan, tapi operasi itu memang benar dan kami juga masih menyimpan jaringan yang diduga janin tersebut dan mengawetkannya untuk kepentingan ilmu pengetahuan,” tutur dia.
Dia menambahkan, operasi berjalan lancar dan pihaknya memperoleh laporan Tuan D tidak lagi mengalami nyeri di bagian perut. Sementara itu, pihak rumah sakit masih merahasiakan identitas asli Tuan D demi kepentingan etika.
CIREBON- Kasus medis laki-laki melahirkan janin terjadi di Kabupaten Cirebon seperti ditangani Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun pada seorang pria yang namanya dirahasiakan.
Pria yang kemudian dikenal Tuan D (41), asal Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, tersebut datang ke rumah sakit dengan kondisi benjolan di perut layaknya hamil pada 27 September 2011.
Berdasarkan keterangan Dokter Ahli Bedah RSUD Arjawinangun Herry Setya Yudha Utama dalam blognya, di dunia kedokteran kasus itu disebut Fetus In Fetu (FIF) yang dikenal langka.
Menurut catatan Herry, Tuan D datang dengan keluhan benjolan pada perut sebelah kiri. Benjolan itu menurut pengakuan pasien sebagaimana dikutip dalam blog Herry sudah dirasakan selama puluhan tahun.
Bahkan belakangan terasa nyeri dan semakin membesar dalam lima tahun terakhir. Benjolan yang semakin ke arah atas tersebut, diakui pasien membuatnya sesak napas.
Masih menurut pasien, benjolan itu sebelumnya tidak dirasakan ketika kecil. Selain keluhan nyeri dan benjolan membesar, pasien pun menyangkal mengalami mual, muntah, perut kembung, maupun tidak bisa Buang Air Besar.
Atas dasar itu, Tuan D kemudian menjalani operasi. Berdasarkan diagnosa awal, sejauh ini Tuan D menderita Tumor Intra Abdomen (Teratoma). Tim dokter kemudian melakukan laparotomi dan menemukan selaput berisi jaringan yang hancur karena diduga berada di dalam selama sekira 41 tahun.
Keberadaan janin pada Tuan D diperkuat dengan temuan selanjutnya dalam operasi tersebut. “Juga terdapat rambut dan serpihan kecil tulang dan terdapat jaringan utuh berbentuk seperti kaki,” terang Herry dalam salah satu bagian blognya, Kamis (24/11/2011).
Dia memaparkan, FIF merupakan masa fetiform yang masuk ke dalam tubuh janin. Terjadi karena, embrio tingkat awal. Seperti individu kembar yang berkembang tidak seimbang, satu tumbuh normal sedangkan lainnya tidak utuh.
FIF merupakan tumor monozigot parasit. Terutama ditemukan pada neonatus dan anak-anak dengan 89% kasus, yang terjadi sebelum usia 18 bulan dan hanya tiga kasus yang dilaporkan setelah usia 15 tahun.
Dalam hal ini, perut dan retroperitoneum merupakan lokasi utama terjadinya FIF. Namun, FIF bisa juga melibatkan bagian anatomi lain seperti, mediastinum, panggul, skrotum, sacrococcygeal, leher, dan tengkorak.
Pada kasus Tuan D, FIF terdapat di perut slayaknya wanita hamil.
Dalam dunia kedokteran, kasus Tuan D bukanlah yang pertama karena telah terjadi sembilan kasus lain sebelumnya seperti di China, Mesir, Meksiko, Pakistan, bahkan Indonesia.
“FIF diperkirakan terjadi sekali dalam 500.000 kelahiran. Pada banyak kasus, FIF ditemukan pada anak-anak, jarang pada orang dewasa muda,” ungkap dia lagi.
Terpisah, Wakil Direktur Pelayanan Medis Ahmad Qoyyim membenarkan adanya operasi terhadap seorang pria berusia 41 tahun asal Kecamatan Kapetakan. Namun, pihaknya enggan memberi komentar lebih jauh.
“Lebih jelasnya ke dokter yang bersangkutan, tapi operasi itu memang benar dan kami juga masih menyimpan jaringan yang diduga janin tersebut dan mengawetkannya untuk kepentingan ilmu pengetahuan,” tutur dia.
Dia menambahkan, operasi berjalan lancar dan pihaknya memperoleh laporan Tuan D tidak lagi mengalami nyeri di bagian perut. Sementara itu, pihak rumah sakit masih merahasiakan identitas asli Tuan D demi kepentingan etika.
Kamis, 03 November 2011
Sea Games Vietnam Rebut Kemenangan Pertama
JAKARTA – Salah satu tim unggulan, Vietnam berhasil meraih kemenangan pertama usai unggul 3-1 atas Filipina dalam laga pertama sepakbola SEA Games XXVI di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (3/11/2011) sore tadi. Sekalipun menang, gol-gol Vietnam baru tercipta di babak kedua.
Di babak pertama, Vietnam bermain terlalu berhati-hati dan tampaknya masih meraba-raba kekuatan Filipina. Vietnam tertinggal lebih dulu pada menit ke-34, saat Manuel Ott berhasil membobol gawang Vietnam. Hingga turun minum, Vietnam tertinggal 0-1.
Tak ingin menuai kekalahan, memasuki babak kedua Vietnam bermain lebih agresif dan berani mengambil inisiatif serangan. Hasilnya pada menit ke-58, Vietnam mampu menyamakan kedudukan berkat gol bunuh diri Mattew James. Sundulan kapten Filipina yang bermaksud membuang bola tersebut malah masuk ke gawangnya sendiri.
Terus menggempur pertahanan Filipina, pada menit ke-70, Vietnam akhirnya berbalik unggul melalui Le Hoang Thien memanfaatkan bola muntah dari kiper Filipina, Roland Richard yang tak sempurna menghalau bola. Di akhir pertandingan, Vietnam memperbesar kemenangan menjadi 3-1 usai Nguyen Van Quyet membobol gawang Filipina pada menit ke-91.
Dengan hasil ini, Vietnam untuk sementara memimpin Grup B dengan tiga poin. Posisi Vietnam masih mungkin tergeser karena masih ada partai lain yang digelar pada malam ini, yakni antara Laos menghadapi Myanmar.
Susunan Pemain:
Vietnam: 1-Nguyen Tuan Manh, 4-Au Van Hoan, 5-Ngo Hoang Tinh, 8-Nguyen Trong Hoang, 9-Le Van Thang, 10-Le Hoang Thien, 12-Nguyen Van Quyet, 14-Chu Ngoc Anh, 15-Truong Huynh Phu, 19-Pham Than Luong (c), 28-Lam Anh Quang
Pelatih: Falko Goetz
Filipina: 1-Roland Richard, 7-Jose Elmer, 8-Manuel Ott, 10-Mattew James (c), 11-Joshua Beloya, 14-Carlos Alberto, 17-Jason de Jong, 20-Jeffrey Christainsen, 23-Mark Andrew Hartmann, 27-Neckson Leonora, 28-Geraldo Varmayor
Pelatih: Michael Weiss
Langganan:
Postingan (Atom)


